Friday, January 26, 2007

Do simply and better (heal me!)

To have in faith for what we do is a simply.
It's only connecting with nerves which run
beyond mind. Even there's an unique addictly
feeling in doing it. Let's say, korek kuping or ngupil
we didnt even mention it in daily activity when
teacher asked for homework article.

**Listening "just feel better" Santana feat. Aerosmith**

Smart discussion is a simply even for dummies.
simply act is a planned multi-worked organized
nerves systems. A cliche says 'think globally,
act locally'.
10% adult would be hardly applicate this cliche.
10% from the 90 were thingkin' how to manage this
25% from the 90 of the rest 90% would be strongly
understand this sentences.
60% from the 75 % really...really understand.
Rest (including me) tried not to disscuss.

Find the private legend as Paul Coelho explained
are only about two choices.
Brave or not brave! symply isn't it?

Who dares to tell me not to believe in the power
of faith, gain and pray?.
For god sake! Not even Clinton, I believe,
brave to bet for his private legend.
But, I believe there are such people who get their
legend. Now maybe they be in their hidden place
to secretly enjoy their orgasm of life!!

I felt jealous to people who get many congrats greetings
in birthday, new year celebration, in phone conversation
for hours (Gee! what are they talking 'bout?)
or, being so important to ring the party bell.

Now, I'm trying not to anymore. I'm save in my on
scheme and skin. Just do any little simply to fell
BETTER.

Healling hidden place, 1:24 am.

Monday, January 22, 2007

dim sum and the complexity

Tak baik menghadapkan hati pada suatu masalah pelik.
Karena sebenarnya kita bisa menghindarinya.

Pengalaman hari ini mengajarkan ku pada pentingnya
kita mengenali suara hati.

***
Jam 21:30 kami bertemu, dengan agenda awal, ngobrol-ngobrol.
Sudah setahun kami tidak bertemu, e-mail, atau telepon.
Cuma sms, sewaktu aku iseng-iseng buka-buka phonebook di handphone.
RHay, itu nama yang kusimpan. Kepanjangan dari Raga Hayga.

Sekarang kami ada di Cafe Grey Sand, sedang menunggu dimsum
dan jus lemonku. Dia cuma kopi. Selalu kopi.
Waktu dilihatnya aku dengan lahapnya makan, mungkin dia ngiler,
diambilnya juga sumpit yang disediakan di meja.
Sambil mengunyah aku melirik dan tersenyum.

Apalagi pembuka pembicaraan selain basa-basi. Karena, tadi sudah
kukatakan kalau aku kangen. Tak sedap kedengarannya kalau harus
kuulang berkali-kali. Padahal ingin sekali aku mengatakannya
beberapa kali lagi, sambil merapatkan gigi dan menggenggam jarinya.

Sesungguhnya yang aku mau, hanya berlama-lama dengan dia,
tak ada yang mesti di bicarakan, karena ngga ada interest yang mesti
dibicarakan. Tapi cafenya cuma sampe jam 12. Kami sama-sama bukan
warga kota ini, tidak punya banyak referensi tempat untuk didatangi.
Kalau ke apartemennya, itu hanya menimbulkan masalah baru.
Setahun ini kami tidak akrab, cuma karena masalah klise tentang dua
pendiam yang terkurung suntuk di apartemennya.

Ketemuan kali ini di prakarsai kedatangan seorang teman lama, teman
kami berdua, yang siang tadi sudah pergi. Aku juga lihat keinginan
yang sama di matanya. Entah keputusan apa yang terjadi dalam 5 menit
ini. Tiba-tiba dia mengajakku ke cafe lain yang buka 24 jam.

Dalam taxi kami cuma mengomentari makanan tadi sambil mencari tau
isi hati masing-masing. Masihkah dia mau bersamaku malam ini?
Usulku, ke apartemenmu aja yuk?. Dia agak kaget, tapi masih ada
couriousity yang tertangkap visual retinaku.

Dari sini semua kepelikan itu seakan menemui momentumnya yang baru.
Begitu mudahnya begulir, semudah kata "ya".
Kompleksity juga dapat dihindari semudah "no".
Tapi terbayangkah proses yang terjadi di dalam aliran darah,
denyut cardio, nerves metabolism? atau bahkan tarikan nafas?
yang semuanya parasimpatis. se-parasimpatis "no" atau "yes".

hidden place, kompas (finishing touch) 2:14 am

'ntah

Pada bagian ini aku akan jadi Andre saja,
tidak begitu peduli dengan apapun yang terjadi
di sekeliling ku. Kata Andre, aku boleh melakukan
apa saja,semauku. Boleh ngga pulang ke rumah,
boleh ngga mandi, boleh makan mie dua porsi,
boleh pake baju yang pendek sampe kelihatan punggung,
boleh ga cuci muka, boleh ngga pake sendal kemana-mana,
boleh menghembuskan asap rokok dan menjentikkan abu
kemana-mana, boleh repeat lagu Cruisin'-nya Gwyneth
Paltrow seharian.

Bila aku sudah puas menjadi Andre, aku akan menjadi
si -jerk-bored-person. Aku ga pernah berhasil jadi
teman yang baik. I keep loosing friends along my way.
Sekarang, setiap ketemu temen hang out yang baru
yang agak cocok, aku berjanji untuk menjaganya,
se-ngebetein pun dia. Aku juga keep trying menjadi
orang yang menyenangkan bagi semua orang, memberikan
manfaat, solusi, be a shoulder to cry.
Tapi lagi-lagi, niat cuma tinggal niat, yang paling
bisa bertahan selama 8 menit saja.

Kompas, 2:06 am

Sunday, January 21, 2007

kosong

Bahkan, tak ada lagi
seorang pun yang aku minta
agar berbohong untuk
menyamankan ku

Bahkan, tak ada lagi
yang berteduh di berandaku
atau makan siang di dapurku

aku begitu kosong

bahkan tak ada lagi orang
yang harus dengan berat
untuk ku lepas

***
Hampir Setahun yang lalu aku memutuskan
untuk bersama orang yang biasa-biasa saja
agar seseorang itu tidak bisa
mendeteksi keanehan jiwaku,
tidak mendeteksi liarnya auraku

tapi, bahkan orang yang sederhanapun
tidak mampu menalarku.

Pada siapa lagi kutumpahkan penat ini
tak ada pohon rindang yang cukup lebar
untuk meneduhi ku lagi.

hidden place, 22 januari 03 am.

MENTHA PIPERITA

MENTHOL LIGHTS

MENTHA
PIPERITA
RECIPE

LUCKY
STRIKE
IT'S TOASTED

CIGARETTES

---
BRITISH AMERICAN
TOBACCO
INDONESIA

LUCKY STRIKE

LUCKIES DISTINCTIVE TASTE IS BASED UPON OUR
ORIGINAL RECIPE. IT'S TOASTED. ESTABLISHED 1871.
MADE BY BAT INDONESIA Tbk JAKARTA,
UNDER AUTHORITY OF BRITISH AMERICAN
TOBACCO (BRANDS) INC.

8998 1122

20 CLASS CIGARETTES

---
MENTHOL LIGHTS

OUR RECIPE

We added Mentha Piperita
to this Lucky recipe for a
refreshing fusion of cool
menthol and rich tobaccos.
"It's Toasted".

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN
KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI
DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN

---
8MG TAR 0,7 NIKOTIN

HANYA UNTUK DIJUAL KEPADA
PEROKOK BERUSIA 18 TAHUN KE ATAS
---

LUCKY STRIKE

MENTHOL LIGHTS

ESTB
1871
BLENDED WITH
TOASTED BURLEY
---

LUCKY
STRIKE

MENTHOL LIGHTS
-------------------------------------

EST.1871

Aceh Tamiang (Pasca Banjir)

Leo, Panji, Impian, Maria, Wiwik dan aku. Ber-enam
kami se-mobil ke RS. Pertamina Brandan, menunaikan
tugas.Aku mengiming-imingi mereka makan siang
ikan aji-aji bakar di pasar tradisional brandan,
Tanjung Mutiara nama warungnya. Aku sama Pak Tommy
beberapa kali kesana. Rasanya dahsyat, sampe Pak
Tommy -yang ngga biasa-biasanya- sampe minta nasi
tambah. Yang bikin special dan beda dari tempat
manapun, sambel 'laot'nya itu. Komposisinya cuma
cabe rawit, bawang, terasi plus jeruk nipis,
Tapi! oh, Neptunus!I bet you'll wont never forget
the fabulousy!Ikannya lumayan besar. Jadi, kalau
budget terbatas, bisa seekor buat berdua. Dibakar,
dan diolesi bumbu yang alamak jang! Singgah la kesana
kalau kalian melewati Kota Brandan.

Setibanya di Rumah sakit, kami makan lontong mie
yang udah dingin, karena di sajikan menjelang makan
siang. Sampe jam 2 kami disana. Tapi karena kami
harus ke Pangkalan Susu dan Kuala Simpang menjumpai
klien yang lain, kami ngga kepikiran lagi untuk makan
siang disana.

Setelah beres di P. Susu kami langsung cabut dengan
terburu-buru ke Kuala simpang. Begitu memasuki
Besitang, kami melihat sisa-sisa banjir. Mulai dari
rumput-rumput yang berbalur lumpur sampai kasur-kasur
yang dijemur di depan rumah-rumah. Furthermore,
kami mulai menyusuri Kabupaten Aceh Tamiang,
lagu-lagu dari laptop ini, mulai tak didengar lagi.
Awalnya, semua bengong, ngga nyangka kalau yang
diberitakan di media-media, aslinya sedahsyat ini.
Semua ngaku, kalau ngga begitu mengikuti semua berita-
berita itu.

Aku memperhatikan, terutama rumah beton, karena dari
cat temboknya bisa dilihat setinggi apa air yang pernah
melewatinya. Dibeberapa titik, ada juga tenda-tenda
darurat yang disponsori UNICEF. Satu kata yang terus
ku ulang. Dahsyat!. Waktu lewat dari sungai Raya,
yang sekarang jadi begitu lebarnya dan terbuka.
Aku membatin ...wah ni dia sumbernya...siapa
yang membuatnya begitu marah?

Memasuki ibukota kabupaten, speechles!
Aku pernah beberapa kali melewati kota ini, sekarang
tak ada yang kukenali selain gedung kantor bupati
dan gedung tank (ini sebutanku, ada banguna menyerupai
mobil tank). Warna mayoritas, coklat lumpur. Suram.
Leo yang humoris cuma diam. Cuma satu yang mencolok
disana, Toko Sepatu, aku lupa namanya. Cuma itu yang
bersih dan mengkilat.

Sekeluar dari Rumah sakit, kami singgah untuk makan
siang (atau malam kali ya? karena udah jam 5.30 sore)
disebuah warung sop. Rasanya enak, lumayan menghilang
kan penat sesudah bekerja. Kami juga disuguhi gado-
gado yang uenak tenan.

Perjalanan pulang ternyata lebih mengharukan, karena
waktu menuju Rumah Sakit Pertamina kami tidak melewati
jalan biasa, tapi memutar karena ada tanda dilarang
lewat. Waktu pulang, kami coba lewat jalan biasa
(sayang, aku ngga tau apa nama jalan itu),
Perkampungan padat penduduk, keadaannya parah,
meyedihkan, lumpur along the view, musik pun dimatikan
sebagai tanda bela sungkawa. Kami juga melewati
pekuburan cina yang sudah disulap jadi hunian darurat.
Masuk akal, karena letaknya agak tinggi.

Hari punmulai menggelap, cewe-cewe di bangku depan
bertelepon dengan anak atau suami. Sementara, aku
membatin...

...
maafkan aku Aceh Tamiang,
karena kemarin aku tidak peduli
bahkan untuk mencari tau kabar kalian.

Setelah melihat semua ini,
paling tidak sebaris doa
kusampaikan untuk kalian.

lumpur tak mengaburkan hatimu
air tak menyurutkan langkahmu
kabar gembira bagi kalian semua
yang telah teruji kesabaran dan
ketabahannya.

tak kulihat keluh di wajah tua muda
yang berlumuran lumpur saat membersihkan
rumah dan dan halaman dari endapan.

bahkan, sekilas melalui jendela mobil
aku melihat kebersamaan dan gotong royong
aku juga melihat padi-padi yang sudah disemai
di sawah kalian.
...

You've survived!

Medan, 17 Januari 2007. 8 pm.

"bukan foto saya"

"apa buktinya itu foto saya?"
"tapi ini foto kamu!"
"bukan! ini bukan saya"
"bukan? maksudnya?"
"iya, ini bukan foto saya"
"kenapa begitu mirip?"
"memang mirip, tapi ini bukan saya"
"lantas, bagaimana anda menjelaskan kartu
identitas ini? data dalam berita acara juga sama
dengan kartu identitas anda, apalagi
pembelaan anda? kenapa anda tidak mengaku?"

"karena itu memang bukan saya! foto itu dibuat
2 tahun lalu, dan saya bukanlah diri saya ketika
foto itu digambar. saya berubah setahun yang lalu.
Jadi semua perbuatan saya setahun yang lalu,
tidka bisa di tuntut di pengadilan manapun.
Saya tegaskan lagi, tidak bisa dituntut di
pengadilan manapun"

Medan, 21 Januari 2007, 01:40 am