Saturday, April 16, 2011

Cerita Pria Pendrama, masih dari oasis

Masih di oasis yang sama... dan aku masih jujur dalam kata-kataku

dan ku belum juga mengumpulkan dinar yang cukup untuk gelas berbentuk mawar itu

Dan disinilah aku bersama 30an pria lainnya duduk di ambal

di dalam sebuah tenta pertunjukan sastra, yang 3 hari lalu baru tiba dari syiria

Seorang pria tampan yang sangat menarik laku dan ucapnya

membawakan sandiwara tentang petualangan

yang mungkin saja dari petualangan sendiri, atau juga dari teman-teman sekerjanya

Malam pertama: kisah pengemis yang kocak dan kucing peliharaannya

Malam kedua : kisah musim yang tak juga menggoyahkan hati seorang wanita penanti kekasih

Malam ketiga : Kisah penyair yang kehilangan kata-kata saat bertemu wanita pujaannya, dan dia memilih berbohong dan menceritakan pengalaman palsu nya.

Sepanjang drama di kisah ketiga ini, aku lekat memandang matanya

mencari sebuah klu. Sampai saat ini dia masih mementaskan drama

Kita tunggu akhirnya, hai kawan

Saturday, March 26, 2011

Pelajaran Mematung

Saat sesi mematung dengan tanah liat, paling parah, karna pasti setelahnya jariku akan keriput dan kering. Tapi ga mungkin absen, Auby juga pemandangan yang tidak bisa dilewatkan.

Minggu lalu dia membuat seisi kelas senyum-senyum dengan "In Love Couple" nya. Kok bisssa ya dia. Jari-jari nya bak pemain sitar, pesulap, atau apalah.

Dan tegurannya minggu lalu pada patung Mickey 'n Minnie ku, membuat ku semangat utk datang lagi hari ini: "kalau patung sudah mengeras, ngga ada gunanya kamu tempel tambah lagi, basahkan lagi dengan air, kalau perlu lumatkan lagi, percuma"

-hari ini-
Jam 2 dini hari tadi, otak ku masih very turn on, utk karakter hari ini. Kalo superman, gimana buat wing nya?, kalo Mong the Dog? Ya, sepertinya mudah.

-Jam ini-
Auby sepertinya sudah siap dgn patung Three Musketeer yang pertama. Sementara, bulat nya badan badan si Mong the Dog yang sial ini blm juga licin. Kuperhatikan jari-jarinya, mudah saja mengelus-elus tanah liat itu. Brrr... Geleng-geleng aku untuk menghempas imajinasi, ngimpi jadi tanah yang di elus-elus Auby. Hahahaha...

-detik ini-
Dia berbisik di telingaku : "if you're making an art, you must be very fragile or be very confidence"

Gelas berbentuk mawar di toko souvenir, di sebuah oasis.

Selama beberapa kali berjalan melewati gurun, biasanya aku selalu menjalani gurun sampai di ujungnya. Kali ini, ingin sekali rasanya berhenti di sebuah oasis. Mungkin aku sudah renta. Atau oasis ini yang mulai kelihatan menggoda.

Dan, aku singgah, berkelilling di pasar kecil yang ternyata semenarik ini. Aku menyentuh beberapa barang. Berdesir darah ku membayangkan, kalau saja aku punya dinar lebih untuk membeli beberapa barang yang selain berguna dan indah pula rupa nya.

Kucoba bertanya pada penjualnya yang berjambang dan tentunya bejubah panjang. Ternyata memang mahal, dan kurasa pun, tak akan sanggup merawatnya. Ada cawan yang bentuknya seperti bunga mawar, tentu indah bila di pajang.

Dan, mungkin ini beruntung namanya, ada sebuah penginapan yang di lantai bawahnya setiap saat bulan gelap, mempertontonkan drama boneka. Harga penginapannya murah, dan susunya pun segar. Sudah 3 hari aku tinggal disini, dan selalu melewati tenda penjual gelas yang sama. Saat aku melirik, untung dia tak menyadari.

Mungkin aku akan tinggal beberapa hari lagi, mencoba mencari pekerjaan, aku ingin membeli gelas bentuk mawar itu.

Friday, September 3, 2010

I wanna be

I wanna be nice a person
So you can introduce me to your friend

I wanna look pretty
So you can put me next to you

I wanna be clean and smell good
So you can hug me comfortly

I wanna be clever
So you trust your children on me

I wanna be famous
So you feel honour be next to me

I wanna cook
So you see my face at meal time

I wanna be polite
So you trust your heart on me

I wanna love you
Because it's my destiny

Tuesday, August 24, 2010

Need ear and wings

Scootering on long road
Music on ear
Windy bright weather

Then stop by at artificial lake
Under the trees
Breeze
Green

I listen what I like
Talk what in mind
Think what makes me peace

Wish can share this
But, now I can't compare
if I ever being here, like these, before

I am too afraid to ask another chance
Being left behind and being ignored
Was something I still can't deal with

Urgently need ear and wings
To listen and take me to the wind

Thursday, July 22, 2010

Red Crayon Stop Coloring. Part I

Blue: "You see!! it's messy now now! I told you to stay home! you can do nothing here!"
Green: "Everything s just F.I.N.E without you!" pointing on Red.
Red: Sad face, and turn his face from them, and walk weakly leaving his best friend

Red never know why B & G (their nick name) hate him that bad. Why everthing he did
seem so wrong for them. Not the same when they were younger. They spalshed wall every where.
Coloring the blank pages until afternoon. Dance no limit on trio.

Red speak to himself "Ok, maybe we can't walk together like before"
I will stop coloring. Maybe I can find my own world.
Goodbye guys...

Monday, July 19, 2010

Jika

Ya Allah, jika kesedihan dan keterbatan ini adalah hukuman dari kesalahan ku
Maafkan hamba Ya Allah, begitu berat.
Ampunkan salah Hamba. Dan mohon jangan belasah asa hamba, Ya Allah
Hamba menghabiskan banyak umur untuk menangisi ini semua.

Jika cobaan buat hamba, kuatkan hamba ya allah, begitu berat.
Dan jadikan semua waktu yang hamba lewati penuh pelajaran dan rasa syukur.

Namun jika ini hanya kebodohan hamba, melakukan hal yang sia2.
Maafkan umur yang sudah hamba sia-siakan.
Bangunkan hamba ya Allah, begitu berat.
Ampunkan salah Hamba. Dan mohon jangan belasah asa hamba, Ya Allah
Hamba menghabiskan banyak umur untuk menangisi ini semua.